WEB RESMI UPTD SMPN 3 BAJUIN

Jl. Desa Tebing Siring RT 10 Dusun II Kecamatan Bajuin Kab. Tanah Laut - Kalimantan Selatan

-

GURU “GENIT” BERBAHASA INGGRIS

Kamis, 21 Februari 2019 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 161 Kali

“Good morning sir…? How are you today…?” kata salah seorang siswa menyapa. “Good morning, I’m fine thank you” penulis menjawab. “Alhamdulillah sedikit demi sedikit ajakan untuk membiasakan berbahasa Inggris mulai mendapat respon positif” penulis berkata dalam hati.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi Kelima, kata “genit” diartikan bergaya-gaya (tingkah lakunya) atau banyak tingkahnya. Demi membiasakan anak didik dalam berbahasa Inggris, khususnya bagi guru mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah kadang harus genit, bermaksud memberi stimulus kepada siswa menggunakan bahasa Inggris.

Membiasakan siswa menggunakan Bahasa Inggris dalam lingkungan sekolah yang sebelumnya tidak pernah dilakukan, seakan menjadi tantangan tersendiri meski kadang-kadang bersifat agak agresif serta dianggap “genit” dalam berbahasa Inggris.

Sebagai kalangan yang sering disebut-sebut sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa, sangatlah tidak layak jika guru, tidak berupaya meningkatkan kemampuan siswa-siswanya. Di tengah-tengah munculnya fenomena segelintir guru-guru yang mengejar materi untuk kepentingan pribadi dengan memanfaatkan muridnya.

Marilah usik kembali jiwa pengabdian seorang guru untuk lebih berupaya meningkatkan hasil pengajaran baik mata pelajaran Bahasa Inggris maupun mata pelajaran lainnya di sekolah.

Belakangan masalah-masalah yang timbul dalam pengajaran Bahasa Inggris di sekolah ada hal sangat luar biasa, yaitu siswa yang telah belajar Bahasa Inggris selama minimal 6 tahun (sejak SMP) setelah lulus SMA masih tidak dapat berbicara dalam Bahasa Inggris, bahkan untuk memperkenalkan diri sendiri sekalipun.

Hal ini dipengaruhi oleh pelajaran yang terlalu ditekankan pada tata bahasa (dan bukan pada percakapan), siswa jarang bahkan tidak pernah diberi arahan mengenai bagaimana dan apa fungsi dari unsur-unsur tata bahasa yang mereka pelajari tersebut.

Kemudian, kosa kata yang diajarkan pun tidak terlalu berguna dalam percakapan sehari-hari. Banyak siswa yang mengeluhkan bahwa kata-kata yang diberikan oleh guru Bahasa Inggris di sekolah terlalu bersifat teknis, misalnya mengenai industrialisasi, reboisasi, dan lain-lain, sementara siswa tetap saja mengalami kesulitan untuk mengartikan kata-kata yang banyak digunakan pada film, majalah, dan situs-situs internet berBahasa Inggris.

Bahkan kadang-kadang, siswa mengenal istilah-istilah Bahasa Inggris seperti misalnya reformation, globalization, dan lain-lain. Tetapi tidak dapat menyebutkan benda-benda yang biasa mereka pakai sehari-hari dalam Bahasa Inggris misalnya celengan, selokan, lapangan olahraga, dan lain-lain. Intinya adalah tidak mungkin jika siswa memulai percakapan dengan orang asing dengan menggunakan Bahasa Inggris tiba-tiba mengajak orang yang baru dikenal itu untuk mendiskusikan masalah reformasi atau globalisasi.

Selain itu, kadang guru mata pelajaran Bahasa Inggris mendapat kendala yaitu kemampuan siswa sangat terpengaruh oleh materi pelajaran Bahasa Inggris baik di SMP atau pun tingkat SMU yang tidak berkesinambungan, serta sering terjadi pengulangan materi seperti misalnya macam-macam bentuk tenses yang diajarkan di SMP di tingkatan SMU, namun tetap saja fungsi dan pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari kurang jelas.

Padahal, yang terpenting dan besar pengaruhnya dalam kemampuan Bahasa Inggris siswa adalah penyampaian bahasa pengantar atau percakapan sehari-hari di dalam kelas dan di luar kelas menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini dirasakan paling ampuh guna membangkitkan kebiasaan siswa mendengar orang lain berbahasa Inggris dan merangsang siswa dalam mengenal Bahasa Inggris lebih mendalam.

Sebagai seorang guru mata pelajaran Bahasa Inggris, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah dalam meningkatkan kemampuan siswa? karena diakui atau tidak, gurulah yang memegang kendali dalam pengajaran.

Bagi seorang guru, menggali potensi untuk mencari pendekatan yang berhasil dalam mengajarkan Bahasa Inggris siswa di sekolah, tentunya tidak semata-mata mengejar nilai tertinggi pada Ujian Nasional, namun bagaimana materi pembelajaran yang diajarkan sekarang mampu menjadi bekal kemampuan pengetahuan dan keterampilan siswa di masa depan. Meski terkadang dianggap atau disebut-sebut sebagai guru yang “genit” berbahasa Inggris.

 

Penulis:

ALFIAN, M. Pd.

Guru Bahasa Inggris di UPTD SMPN 3 Bajuin Kabupaten Tanah Laut

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

H. Rakhmad Safitri, S.Pd

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam Sejahtera dan Selamat Datang di website UPTD SMPN 3 BajuinSemoga melalui media internet ini kebutuhan informasi…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut anda pelayanan di UPTD SMPN 3 Bajuin?

LIHAT HASIL